About Hayfa

"Ketika engkau menangis di saat kelahiranmu, orang-orang disekelilingmu justru tertawa gembira. Maka pastikan dirimu tertawa gembira ketika mereka menangis disaat kematianmu." (Syair Arab)

Wednesday, January 28, 2004

Saya adalah: 

hayfa merupakan satu dari sekian nama pendek dari Hayat Fakhrurrozi. Terkadang juga menggunakan nama hazi bakhri, hai, izzoru hai, haefbe asmawi, hayfa fakhru, hailare grage, hayat efbe, haef bakri (gile banyak banget, numpeng ga tuh) Lahir di sebuah desa kecil di salah satu sudut Cirebon, 28 Juli 1976. Ya, tepatnya di desa Battembat kecamatan Cirebon Barat, Kabupaten Cirebon. Di kota ini saya lahir dan dibesarkan hingga usia 18 tahun. Sejak 1995 hijrah ke selatan Jakarta, Ciputat. Selama 5 tahun berkutat di komunitas Ciputat. Jenuh dari sumpeknya Ciputat, saya mencoba menjejakkan kaki di Kebayoran Lama (ini jakarta selatan beneran, tidak seperti Ciputat yang masuk ke jakarta coret, red)

Pertama kali mengenyam pendidikan formal dimulai dari Sekolah Dasar 'negeri' (SDN Battembat I 1983 - 1989), nama desa tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Setelah bosen menjadi pelajar 'sd' dan dinyatakan lulus melanjutkan ke Sekolah Menengah tingkat Pertama lagi-lagi 'negeri' (SMPN 3 Cirebon 1989 - 1992), lokasinya rada jauh dari tempat tinggal. Begitu juga lepas dari sekolah 'abg' ini saya meneruskan ke Sekolah Menengah tingkat Atas saat itu belum bosen dengan sekolah 'negeri' (SMAN 6 Cirebon 1992 - 1995) lokasinya di pinggir kotamadya tapi disinilah detak kehidupan kota cirebon itu. Jadi semuanya dilalui dengan 'standar' pendidikan yang ditetapkan pemerintah, ---SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMU juga 3 tahun--- dan syukur alhamdulillah lulus dengan wajar. Merasa bosan di Cirebon, maka 'hijrah' ke Ciputat mencoba bersaing dengan ribuan santri-santri pondok pesantren baik yang tradisional maupun yang modern. Alhamdulillah akhirnya diterima di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Lagi-lagi institusi ini berlabel 'negeri' tapi itulah letak syukur saya pada Ilahi rabbi, dengan sekolah di lembaga pendidikan 'negeri' itulah keluargaku tidak harus banyak mengeluarkan lembaran rupiah jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain. Walaupun dalam perjalanannya banyak sekali kerikil bahkan duri entah dari mana yang menyandung kaki dan menusuknya hingga harus merasakan perihnya terluka oleh duri kehidupan. Dan alhamdulillah kuliah bisa diselesaikan dalam waktu 4 tahun dari 1995 - 1999 --pas sesuai tuntutan orang tua terlebih statuta IAIN-- walaupun masih diberi kesempatan 3 tahun lagi, tapi ngapain lama-lama.

Sejak kecil, bercita-cita ingin jadi orang kaya, alasannya biar bisa bantu semua orang yang membutuhkan. Namun sepertinya untuk mewujudkannya susah dan sepertinya hanya mimpi. Sejalan dengan itu, hingga kini hal itu belum terwujud, akhirnya cita-cita itu saya tunda, mungkin belum waktunya. Hobinya menyoret-nyoret buku sekedar menuangkan ide, pikiran, uneg-uneg hingga kini dilakukan, namun sayang semuanya tidak terdokumentasikan apalagi dipublikasikan. Hal terburuk lagi adalah malas dan selalu mentok dijalan sering kali menghinggap. Ini yang terkadang selalu disesali.

Kini sedang menekuni dunia jurnalistik di sebuah media (walaupun tidak nasional tapi oplagnya cukup besar jika dibandingkan dengan penerbit lain, soalnya ini majalah yang dibagikan gratis bagi pelanggan sebuah televisi kabel/perbayar). Pengalaman pertama terjun di dunia ini di sebuah harian nasional, namun sayang tuhan berkehendak lain, umurnya belum genap setahun berhenti terbit. Otomatis pengalaman yang namanya PHK (pemutusan hubungan kerja) dengan terpaksa dijalaninya selama beberapa waktu dan akhirnya bergabung dengan sebuah harian umum daerah milik salah satu raja surat kabar Jawa Pos Group. Di media inipun tidak begitu betah lama-lama, faktor salary yang sangat-sangat minim dibanding dengan beban kerjaan yang begitu berat. Karena alasan itulah saya putuskan keluar dan mencoba mengais 'rupiah' di belantara Jakarta ini dengan bekerja sebagai pegawai kantoran. Setelah menjalaninya hampir setahun, jenuh juga. Selain alasan salary yang lagi-lagi menjadi pertimbangan, adanya kebohongan-kebohongan manajemen terhadap karier dan kejelasan kelangsungan hidup perusahan memaksa saya keluar dan memutuskan untuk menjalani usaha sendiri bersama rekan-rekan. Lagi-lagi kemandirian dan kesiapan materi/modal menjadi penghambat untuk mengembangkan usaha. Nyatanya saya mundur secara teratur dan menyerahkan usaha kepada rekan-rekan. Bukannya melepas tangan dalam hal ini, namun karena adanya tuntutan lain.

Kini, dengan berbekal pengalaman yang minim itulah saya menyandarkan bahtera hidup di sebuah perusahaan penerbitan, lagi-lagi jadi wartawan. Mungkin memang dunianya di situ kali?? Di luar kesibukan kerja, menyempatkan diri ambil bagian dalam menyelamatkan dan mengembangkan masyarakat dalam berbagai aktivitas. Dengan niat mengamalkan ilmu dan memberikan yang terbaik untuk ummat dan lingkungan sekitar, saya 'ikhtiar' semoga aktivitas yang satu ini menjadi salah satu dari sekian banyak tiket menuju kehidupan 'baru' kelak.

Suatu hari saya terlibat wawancara imajiner dengan seseorang yang secara pribadi saya kenal walaupun orang itu bukan siapa-siapa dan tidak ada kepentingan apapun dalam wawancara ini, bahkan ketika ditanya untuk apa, dia malah menjawab sekedar untuk informasi dan mendukumentasikannya, karena Anda termasuk orang yang gampang lupa dengan data dan ide-ide yang sebenarnya pernah Anda kemukakan sendiri entah kapan hal itu diucapkannya. dibawah ini kutipan dari wawancara imajiner itu;

Siapakah belahan hati Anda?
Wah ini pertanyaan yang sepertinya sepele tapi mungkin bener juga siih. Baiklah orang-orang yang menjadi belahan hati saya kini paling tidak ada 3 makhluk berjenis dan semuanya perempuan. Itu diluar Emak dan Mama serta keluarga di kampung lho?

Siapakah mereka?
Pertama adalah Futu Yulianti yang kukenal 7 tahun lalu yang kini telah sah menjadi istri saya sejak tahun 2000, tepatnya hari Minggu, 8 Oktober 2000 dengan maskawin uang sebesar 81.000 rupiah dan seperangkat alat solat lengkap. Waktu itu, keluarga saya dari kampung semuanya datang memberikan 'doa restu' bahkan tidak tanggung-tanggung membawa sanak famili, tetangga bahkan relasi bisnis --padahal Emak gw cuma seorang pedagang kecil-- yang diangkut oleh Bus Luragung Jaya, angkutan umum yang paling terkenal di daerah cirebon dan sekitarnya. Hingga kini, istri saya yang ternyata sudah terbiasa dipanggil 'bunda' baik oleh saya maupun oleh yang lainnya.

Tadi Anda bilang ada tiga orang, selain istri siapakah orang keduanya dan ketiganya?
Ooohh, orang keduanya dia bernama Nazhifa Nabila Qonita kini masih 2,5 tahun. Dia dilahirkan saat bangsa ini sedang memperingati hari kemerdekaan lho, Anda pasti hafal momen tersebut, jadi saya tidak usah menyebutkan tanggalnya. Putri pertama saya ini biasa dipanggil Difa atau cukup dengan Nad, itupun atas permintaan dia kok. Nah yang ketiga yaitu, Naila Nabiha Qonita, yang ini baru hadir di dunia 2 bulan yang lalu, tepatnya Selasa, 16 Desember 2003. Oleh keluarga si mungil ini biasa dipanggil Naila ada juga yang manggil Naya.

Wah, Anda memberikan nama kepada kedua putri dengan kata yang sama 'qonita' di akhir nama, ada maksud apa ini?
Wah, saya tidak ada maksud apa-apa, kata Qonita itu artinya patuh, nurut dan tegar baik terhadap keluarga khususnya orangtua dan lebih khusus lagi 'sang ibu' umumnya kepada ajaran agama islam. Maksud lain paling, biar nama kedua anak itu gampang diingat, di belakangnya ada nama Qonita. Jadi saya adalah ayah 'qonitain' artinya ayah dari dua qonita. hehehe.

posted by hayfa  # 1/28/2004 04:13:00 PM

Curriculum Vitae 

No. KTP:
09.5403.280776.8517

Nama Lengkap:
Hayat Fakhrurrozi

Panggilan:
Hayat / Hai

Tanggal Lahir:
Cirebon, 28 Juli 1976

Status
Menikah, dua anak

Istri
Futu Yulianti

Anak
Nazhifa Nabila Qonita (2,5 th)
Naila Nabiha Qonita (1 bln)

Alamat Tinggal:
Jl. Peninggaran Timur I No. 3 Rt. 008/09 Keb. Lama Utara, Keb. Lama, Jakarta Selatan 12240

Telephone Rumah:
(021) 7290458

Mobile Phone:
081.310.538.163

E-Mail:
hayatfakhrurrozi@yahoo.com

Banker:
Lippobank Cab. Matraman
No. Rek. 710 – 10 – 46305 – 6 (a.n. Hayat Fakhrurrozi)

Pendidikan Akhir:
Strata Satu (S.1) Sarjana Agama (S.Ag) bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

Pekerjaan:
Wartawan

Alamat Kantor:
Graha Investor, Jl Padang No 21 Manggarai Jakarta 12970

Telephone Kantor:
(021) 8311326 / 27 ext. 261

Faximili:
(021) 8311329, 83702249

Pengalaman kerja:
Reporter Harian Umum MIMBAR UMMAT, terbit Jakarta (tahun 2000)
Reporter Harian RADAR TANGERANG (Jawa Pos Group), terbit di Tangerang Banten (2001)
Reporter Majalah Bridge Indonesia, (PB GABSI) terbit di Jakarta (Maret – Agustus 2003)
Reporter Majalah Cable Entertainment, (Kabelvision) terbit di Jakarta (Maret 2003 – sekarang )


ini serius lho, data ini saya sengaja turunkan dan tanpa maksud apapun. (biar lo pada tau aja, red)

posted by hayfa  # 1/28/2004 04:02:00 PM

This page is powered by Blogger. Isn't yours?